Selasa, 03 Desember 2019

Hipersomnia



Selalu Mengantuk di Siang Hari? Jangan-jangan Gejala Hipersomnia

    

  Berbicara gangguan tidur, mungkin yang langsung terlintas di pikiran Anda adalah insomnia. Padahal, hipersomnia juga cukup sering terjadi, namun banyak yang belum menyadarinya.

Sulit menahan rasa kantuk padahal Anda sudah cukup tidur sehingga Anda merasa selalu ingin tidur, waspadailah Anda menderita hipersomnia. 
Pada tahun 2005 , sebuah penelitian yang dipublikasikan di NCBI , menyebutkan setidaknya empat hingga enam persen dari populasi menderita sindrom hipersomnia . Dalam beberapa tahun terakhir , jumlah penderita hipersomnia semakin meningkat khususnya bagi masyarakat di negara-negara industri . 


Apa itu Hipersomnia ? 




     Hipersomnia adalah suatu kondisi yang membuat seseorang merasakan kelelahan berlebih di siang hari. Kondisi ini masih dapat terjadi meski Anda telah tidur dalam waktu yang lama. Hipersomnia dapat juga disebut dengan excessive daytime sleepiness (EDS). Seseorang dikatakan hipersomnia adalah ketika ia mengalami EDS setidaknya selama tiga bulan.





  Hipersomnia merupakan salah satu gangguan tidur yang ekstrem. Sindrom hipersomnia dapat membuat penderitanya merasakan kantuk yang luar biasa pada siang hari. berbeda dari rasa lelah karena kurang tidur atau begadang , orang dengan hipersomnia dapat tidur berulang kali di siang hari ,bahkan pada waktu yang tidak tepat seperti saat bekerja , saat belajar di kelas , saat makan , bahkan saat mengobrol  .

Jenis-jenis Hipersomnia 

Hipersomnia terdiri dari dua , yaitu hipersomnia primer dan hipersomnia sekunder .   


  • Hipersomnia primer terjadi tanpa adanya kondisi medis lain. Satu-satunya gejala adalah kelelahan yang berlebihan. 





  • Hipersomnia sekunder disebabkan oleh kondisi medis lainnya. Ini dapat termasuk sleep apnea, penyakit Parkinson, gagal ginjal, dan sindrom kelelahan kronis. Kondisi ini menyebabkan tidur yang buruk di malam hari, membuat Anda merasa lelah di siang hari. 



Hipersomnia tidak sama dengan narkolepsi, yang merupakan kondisi neurologis yang menyebabkan serangan tidur tiba-tiba yang tidak dapat dicegah selama siang hari. Orang dengan hipersomnia akan tetap terjaga dengan sendirinya, tetapi mereka merasa lelah.
  

Gejala Hipersomnia 

Gejala hipersomnia dapat berbeda-beda di tiap orang, tergantung dari penyebabnya. Namun secara umum, gejala yang dialami dapat berupa: 
  • Merasa sangat lelah sepanjang waktu 
  • Selalu merasa butuh tidur siang
  • Tetap mengantuk meski telah tidur cukup atau dalam jangka waktu yang lama
  •  Sulit berkonsterasi sehingga sulit untuk membuat keputusan.
  • Kurang antusias.  
  • Mengalami gangguan memori.  
  • Meningkatnya risiko kecelakaan, terutama saat mengoperasikan kendaraan bermotor.
  • Mudah marah
  • Sering merasa cemas 
  • Kehilangan nafsu makan

Penyebab Hipersomnia 

   Hipersomnia primer diduga disebabkan oleh masalah dalam sistem otak yang mengontrol fungsi tidur dan bangun. Hipersomnia sekunder adalah hasil dari kondisi yang menyebabkan kelelahan atau kurang tidur. Misalnya, sleep apnea dapat menyebabkan hipersomnia karena dapat menyebabkan kesulitan bernapas di malam hari, memaksa orang untuk bangun beberapa kali sepanjang malam. Berikut penyebab hipersomnia lainnya:
  • Hipersomnia mungkin disebabkan oleh kelainan tidur lainnya (seperti narkolepsi atau sleep apnea), disfungsi sistem saraf otonom, atau penyalahgunaan obat-obatan atau alkohol
  • Dalam beberapa kasus, hipersomnia dapat diakibatkan oleh masalah fisik, seperti tumor, trauma kepala, atau cedera pada sistem saraf pusat
  • Pengobatan tertentu, atau menghentikan obat tertentu ketika sudah kecanduan (putus obat), juga dapat menyebabkan hipersomnia
  • Kondisi medis termasuk multiple sclerosis, depresi, ensefalitis, epilepsi, atau obesitas dapat menyebabkan gangguan ini


Cara Mengatasi Hipersomnia



Cara mengatasi hipersomnia adalah dengan menghindari penyebabnya . 
Diperlukan kemauan untuk mengubah gaya hidupm seperti :
  • Tidak mengosumsi alkohol, kafein , dan bahan-bahan lain yang dapat membuat jadwal tidur terganggu. 
 
  • Atur jadwal tidur dan bangun di waktu yang sama setiap hari.

 

  • Rutin berolahraga 20-30 menit setiap hari atau minimal tiga kali seminggu.

 

  • Tenangkan diri dan rileks sebelum tidur . Jika doa dan pasrah kepada Yang Kuasa dirasa membantu, lakukanlah.
 
 

  • Jangan merokok karena sama seperti kafein , nikotin juga bisa menunda waktu tidur anda.

  • Mandi dengan air hangat dapat membatu tubuh untuk rileks 


 

  • Ciptakan suasana kamar yang nyaman 

 

Diagnosa Hipersomnia
Cara mengatasi hipersomnia adalah dengan menghindari pemicunya. Diperlukan kemauan untuk mengubah gaya hidup seperti: - Tidak mengonsumsi alkohol, kafein dan bahan-bahan lain yang dapat membuat jadwal tidur terganggu - Atur jadwal tidur dan bangun di waktu yang sama setiap hari - Rutin berolahraga 20-30 menit setiap hari atau minimal tiga kali seminggu - Tenangkan diri dan rileks sebelum tidur. Jika doa dan pasrah kepada Yang Kuasa dirasa membantu, lakukanlah. - Jangan merokok karena sama seperti kafein, nikotin juga bisa menunda waktu tidur Anda. - Mandi dengan air hangat dapat membantu tubuh untuk rileks - Ciptakan suasana kamar yang nyaman Jika semua upaya di atas telah dilakukan, tapi tidak banyak membantu, segera temui dokter atau psikiater. Biasanya, dokter akan meresepkan obat antidepresi dan monoamine oxidase inhibitor. Mohon diingat konsumsi imipramine dan obat-obatan yang bersifat stimulan dalam waktu lama bisa meningkatkan risiko darah tinggi. Konsultasikan dengan dokter tentang hal ini, juga tentang efek samping lain terkait kondisi tubuh atau alergi Anda (jika punya alergi).
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Selalu Mengantuk di Siang Hari? Hati-hati Gejala Hipersomnia", https://lifestyle.kompas.com/read/2015/08/12/090600223/Selalu.Mengantuk.di.Siang.Hari.Hati-hati.Gejala.Hipersomnia?page=all.
Penulis : Lily Turanga
Cara mengatasi hipersomnia adalah dengan menghindari pemicunya. Diperlukan kemauan untuk mengubah gaya hidup seperti: - Tidak mengonsumsi alkohol, kafein dan bahan-bahan lain yang dapat membuat jadwal tidur terganggu - Atur jadwal tidur dan bangun di waktu yang sama setiap hari - Rutin berolahraga 20-30 menit setiap hari atau minimal tiga kali seminggu - Tenangkan diri dan rileks sebelum tidur. Jika doa dan pasrah kepada Yang Kuasa dirasa membantu, lakukanlah. - Jangan merokok karena sama seperti kafein, nikotin juga bisa menunda waktu tidur Anda. - Mandi dengan air hangat dapat membantu tubuh untuk rileks - Ciptakan suasana kamar yang nyaman Jika semua upaya di atas telah dilakukan, tapi tidak banyak membantu, segera temui dokter atau psikiater. Biasanya, dokter akan meresepkan obat antidepresi dan monoamine oxidase inhibitor. Mohon diingat konsumsi imipramine dan obat-obatan yang bersifat stimulan dalam waktu lama bisa meningkatkan risiko darah tinggi. Konsultasikan dengan dokter tentang hal ini, juga tentang efek samping lain terkait kondisi tubuh atau alergi Anda (jika punya alergi).
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Selalu Mengantuk di Siang Hari? Hati-hati Gejala Hipersomnia", https://lifestyle.kompas.com/read/2015/08/12/090600223/Selalu.Mengantuk.di.Siang.Hari.Hati-hati.Gejala.Hipersomnia?page=all.
Penulis : Lily Turan
Cara mengatasi hipersomnia adalah dengan menghindari pemicunya. Diperlukan kemauan untuk mengubah gaya hidup seperti: - Tidak mengonsumsi alkohol, kafein dan bahan-bahan lain yang dapat membuat jadwal tidur terganggu - Atur jadwal tidur dan bangun di waktu yang sama setiap hari - Rutin berolahraga 20-30 menit setiap hari atau minimal tiga kali seminggu - Tenangkan diri dan rileks sebelum tidur. Jika doa dan pasrah kepada Yang Kuasa dirasa membantu, lakukanlah. - Jangan merokok karena sama seperti kafein, nikotin juga bisa menunda waktu tidur Anda. - Mandi dengan air hangat dapat membantu tubuh untuk rileks - Ciptakan suasana kamar yang nyaman Jika semua upaya di atas telah dilakukan, tapi tidak banyak membantu, segera temui dokter atau psikiater. Biasanya, dokter akan meresepkan obat antidepresi dan monoamine oxidase inhibitor. Mohon diingat konsumsi imipramine dan obat-obatan yang bersifat stimulan dalam waktu lama bisa meningkatkan risiko darah tinggi. Konsultasikan dengan dokter tentang hal ini, juga tentang efek samping lain terkait kondisi tubuh atau alergi Anda (jika punya alergi).
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Selalu Mengantuk di Siang Hari? Hati-hati Gejala Hipersomnia", https://lifestyle.kompas.com/read/2015/08/12/090600223/Selalu.Mengantuk.di.Siang.Hari.Hati-hati.Gejala.Hipersomnia?page=all.
Penulis : Lily Tura




     Beberapa orang tampaknya memiliki predisposisi genetik terhadap hIpersomnia; dan pada kasus lain, tidak diketahui penyebabnya
Biasanya, hipersomnia pertama kali dikenali pada masa remaja atau dewasa muda.
Untuk mendiagnosis hipersomnia, dokter akan ommemeriksa gejala-gejala yang Anda alami serta melihat kembali riwayat kesehatan Anda dan keluarga. Dokter juga akan mendata obat-obatan yang sedang Anda konsumsi dan melakukan pemeriksaan fisik. Dokter mungkin pula menyarankan Anda untuk mengambil serangkaian tes guna mempermudah proses diagnosis mengetahui penyebab hipersomnia yang dialami, dan menyingkirkan kemungkinan-kemungkinan penyakit lain yang memiliki gejala yang serupa. Jenis pemeriksaan yang dapat dijalani untuk mendeteksi hipersomnia meliputi:
  • Epwroth sleepines scale. Dokter akan meminta Anda untuk menilai rasa kantuk yang Anda rasakan, guna melihat pengaruhnya terhadap aktivitas Anda sehari-hari.
  • Sleep diary. Dokter juga mungkin menyarankan Anda untuk mencatat waktu tidur dan bangun Anda. Demikian pula dengan pola dan durasi tidur Anda.
  • Polysomnogram. Pada pemeriksaan ini, Anda diharuskan untuk menginap di klinik khusus gangguan tidur selama semalam. Saat tidur, dokter akan memeriksa aktivitas otak Anda, serta pergerakan mata, kaki, detak jantung, pernapasan, hingga kadar oksigen.
  • Multiple sleep latency test. Pemeriksaan ini bertujuan melihat kadar kantuk yang Anda rasakan. Tidak hanya itu, dokter juga akan mengecek sejauh mana Anda masuk ke fase tidur saat tidur siang. Umumnya, tes ini dilakukan sehari setelah polysomnogram.
Pengobatan Hipersomnia 
  
 Perawatan untuk kondisi ini bisa bervariasi, tergantung dari penyebab yang mendasarinya. Beberapa jenis obat yang dapat mengatasi narkolepsi juga bisa digunakan dalam mengatasi hipersomnia.
  Jenis obat tersebut meliputi amphetamine, methylphenidate, dan modafinil. Obat-obatan ini tergolong jenis stimulan yang dapat membantu Anda merasa lebih segar dan tidak mengantuk. Perubahan gaya hidup juga penting dilakukan sebagai bagian dari perawatan hipersomnia. Dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk mengikuti jadwal tidur yang teratur dan menghindari kegiatan yang dapat memperparah gejala yang dirasakan, terutama menjelang waktu tidur. Penderita hipersomnia juga sebaiknya tidak mengonsumsi alkohol maupun obat-obatan terlarang. Dokter pun akan membuatkan rencana pola makan yang kaya nutrisi agar energi tubuh tetap tercukupi.

yukk intip cara untuk mengatasi ngantuk yang berlebihan (hipersomnia) !!!


 





-
-
-
Sekian , Semoga bermanfaat :)



References:
https://www.sehatq.com/penyakit/hipersomnia diakses pada 3 November 2019 pukul 16:10 
http://awalbros.com/umum/hipersomnia-itu-berbahaya/  
https://doktersehat.com/hipersomnia/
https://lifestyle.kompas.com/read/2015/08/12/090600223/Selalu.Mengantuk.di.Siang.Hari.Hati-hati.Gejala.Hipersomnia?page=all
https://youtu.be/47TWGWach94



Annisa Alifha Putri 
(1911212020)
Ilmu Kesehatan Masyarakat 
Fakultas Kesehatan Masyarakat 
Universitas Andalas 

Dosen Pengampu : Emy Leonita S.K.M., M.Ph.










63 komentar:

  1. kalau sering ngantuk dimalam hari ada masalah ngga tuh?

    BalasHapus
  2. Tampilan artikelnya bagus kak, jadi enjoy baca nya, makasih infonya kak

    BalasHapus
  3. The best❤ mkasih infonyaa :'))

    BalasHapus
  4. Kalo misalnya pengen tidur tpi bnyak tugas gmana tu kak?

    BalasHapus
  5. makasi infonyaa , bermanfaat bgt untuk aku pribadi , hhew

    BalasHapus
  6. makasi infonyaa , bermanfaat bgt untuk aku pribadi , hhew

    BalasHapus
  7. Mkasihh infonya ;) seperti nya aku terkena gejala hipersomnia deh😅

    BalasHapus
  8. Makasih infonya mami cicaaaa,,,,

    BalasHapus
  9. Sangat bermanfaat ca, Terima kasih infonya👍🏻

    BalasHapus
  10. Sangatt bermanfaat, terimakasihh

    BalasHapus
  11. H. Fatwa Syukria Handinata5 Desember 2019 pukul 08.30

    Nice info anak muda. Saya seketika muda sering sekali merasakan gejala yang seperti ini, ketika saya kuliah dulu sekitar pukul 13.00 itu mata saya ini ngantuk sekali, enggak tahan sama sekali sama saya. Ehh, ga taunya sekarang ada anak muda Annisa yang menyelamatkan Hipersomnia saya dengan membuat artikel tentang Hipersomnia yang sekarang tidak butuh lagi oleh saya, karena saya sudah tua dan telah tamat S3. Terimakasih, nice info gan :)

    BalasHapus
  12. Farhan Bustomirizal Kurniawan5 Desember 2019 pukul 08.31

    Terimakasih kak, artikel dan informasinya sangat bermanfaat. InsyaAllah amanah!

    BalasHapus
  13. Mntap tem, keren informasinya sangat berguna sekali untuk mahasiswa/i seperti saya yang pergi kuliah cuman numpang tidur doang

    BalasHapus
  14. Ancak informasinyo Ca, awak acok bana Hipersomnia pas kuliah :o

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyo bisuak mudah-mudah ndak hipersomnia jo awak lai yo

      Hapus
  15. makasih ya infonya,bermanfaat sekali heheeh

    BalasHapus
  16. Makasih infony minn, bermanfaat sekalii:)

    BalasHapus

Pelaksanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana

          Masyarakat dan wilayah yang menjadi korban bencana sudah tentu perlu secepatnya direhabilitasi dan dilakukan rekonstruksi . Rehabi...